Bank Sulteng Bantu Iuran BPJS 3.000 Pekerja


Palu, Bank Sulteng mendonasikan sebagian dana tanggung jawab sosial kemasyarakatan (CSR) tahun 2016 untuk membayar iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bagi 3.000 pekerja rentan di daerah ini. "Sesuai amanat RUPS Bank Sulteng baru-baru ini, pekerja yang menerima bantuan tersebut terdiri atas 2.000 orang nelayan, 850 orang petani dan 150 orang petugas kebersihan dalam Kota Palu," kata Direktur Utama Bank Sulteng, Rahmat Abdul Haris pada acara penyerahan bantuan iuran tersebut kepada Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Palu, Zulkarnain Nasution di halaman Kantor Gubernur Sulteng, Senin (22/8).

Penyerahan bantuan iuran tersebut disaksikan antara lain Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, wakil Bupati Sigi Paulina dan dihadiri sekitar 1.000 orang perwakilan pekerja rentan yang mendapat bantuan iuran. Program ini terselenggara atas kerja sama Bank Sulteng, BPJS Ketenagakerjaan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah. Seluruh 2.000 nelayan yang menerima donasi Bank Sulteng dalam bentuk pembayaran iuran ini adalah nelayan yang sudah memiliki kartu nelayan. Menurut Rahmat, pihaknya membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan masing-masing senilai Rp16.800/orang untuk kepesertaan selama tiga bulan, dan selanjutnya diharapkan masing-masing peserta akan meneruskannya secara mandiri. Seluruh pekerja rentan yang mendapat bantuan iuran tersebut akan diikutkan dalam program jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM). Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyebutkan bila peserta tersebut mengalami kecelakaan saat bekerja dan harus menjalani perawatan, maka BPJS akan menanggung seluruh biaya perawatan sampai pulih tanpa ada batasan waktu dan batasan jumlah biaya. "Bila yang bersangkutan meninggal dunia, ahli waris yang bersangkutan akan menerima santunan senilai sekitar Rp 50 juta ditambah beasiswa bagi anaknya, sedangkan peserta yang meninggal biasa (bukan karena kecelakaan kerja) akan mendapat santunan yang bernilai sekitar Rp 24 juta," ujarnya.

Agus Susanto memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Sulteng yang menjadi donatur pertama dari kawasan timur Indonesia dalam program Gerakan Nasional Peduli Tenaga Kerja Rentan (Gernas Lingkaran). Dengan cara ini, kata Agus, BPJS dan para donatur seperti Bank Sulteng akan bersama-sama membantu mengurangi kerentanan sosial terhadap pekerja Indonesia, sekaligus menjadikan mereka sebagai pekerja yang mandiri dan tangguh. Di Sulawesi Tengah, katanya, tercatat jumlah penduduk sekitar 2,8 juta jiwa dengan penduduk yang bekerja sebanyak 1,3 juta jiwa baik sektor formal maupun nonformal. Dari jumlah penduduk yang bekerja itu, baru sekitar 52.500 orang yang terlindungi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan, atau hanya sekitar empat persen. Dengan potensi yang masih besar ini, kata Agus, diharapkan perusahaan-perusahaan BUMN dan swasta lainnya di Sulawesi Tengah akan bisa mengikuti langkah yang sudah diambil Bank Sulteng untuk menyalurkan dana CSR mereka untuk perlindungan pekerja rentan yang lebih bermanfaat.

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola meminta kepada seluruh perusahaan yang belum menyertakan pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan untuk segera mereralisasikan, sementara BPJS Ketenagakerjaan diharapkan untuk lebih intens melakukan sosialisasi dan 'jemput bola' sehingga semakin banyak pekerja, khususnya di sektor non-formal yang terlindungi dalam program BPJS Ketenagakerjaan.(Sumber berita : Harian Mercusuar)